Archive for January, 2009

Nurani 2008, dari malakaji turun ke hati #6

Jan 18, 2009 No Comments

Nurani 2008, dari malakaji turun ke hati (hari ketiga)
(Sabtu, 17 januari 2009)
- malakaji, gowa -
Rasanya lagu “kepompong” milik sindentosca dinyanyikan sejak semalam suntuk sampai pagi ini. Karena ketika baru saja bangun dan melipat sarung yang diselimutkan entah oleh siapa di tubuh saya, lagu itu kembali terdengar dari arah dapur. Ah mungkin saya masih bermimpi. Ternyata [...]

Read more

Nurani 2008, dari malakaji turun ke hati #5

Jan 18, 2009 No Comments

Nurani 2008, dari malakaji turun ke hati (malam kedua, malam persembahan)
(Jum’at, 16 januari 2009)
- malakaji, gowa -
Perut saya masih terasa lapar meski siang tadi selepas shalat jum’at sudah diisi. Sewaktu saya mengambil jaket di baruga, terdengar suara raungan motor dari arah pintu masuk menuju area lokasi nurani ini. Kiranya motor tersebut sedang berusaha keras mendaki [...]

Read more

Nurani 2008, dari malakaji turun ke hati #4

Jan 18, 2009 No Comments

Nurani 2008, dari malakaji turun ke hati (hari Kedua)
(Jum’at, 16 januari 2009)
- malakaji, gowa -
Derap-derap langkah kaki terdengar sangat dekat di telinga membuat saya terbangun. Wah tak terasa saya tertidur di depan televisi di dapur itu. Setelah lambaian tangan si gadis pirang semalam, saya hanya ingat si himas (kosmik 06) masih menelpon hingga larut malam. [...]

Read more

Nurani 2008, dari malakaji turun ke hati #3

Jan 18, 2009 No Comments

(malakaji, kamis 15 januari 2009)
Anggukan maba berjilbab hitam itu pun menjadi legitimasi bagi si gadis pirang untuk mengambil langkah selanjutnya. Belakangan baru saya ketahui ternyata maba berjilbab hitam itu adalah koordinator seksi konsumsi. Karena namanya baru kuketahui nanti, untuk sementara kami memanggilnya ibu mandor.
Pandangan gadis pirang itu lalu berpindah kepada beras yang sejak tadi sudah [...]

Read more

Nurani 2008, dari malakaji turun ke hati #2

Jan 18, 2009 No Comments

(Kamis, 15 januari 2009, hari pertama)
- malakaji, gowa – siang menjelang sore -
Jilbabnya berwarna merah muda, tetapi muda sekali sehingga mendekati ungu. Dia menyebut sebuah nama, sebenarnya nama itu sangat familiar bagiku. Tentu saja karena itu adalah namaku, hanya saja terdengar sangat merdu sehingga seperti selimut tak kasat mata membelai dan membungkus kehangatan di tengah [...]

Read more

Nurani 2008, dari malakaji turun ke hati

Jan 18, 2009 No Comments

Mungkin kisah seperti ini sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya, tetapi kali ini saya ingin berbagi dengan menuliskannya agar dia abadi.
(Kamis, 15 januari 2009)
- Tamalanrea/makassar – gowa – takalar – jeneponto – malakaji/gowa lagi -
Iring-iringan truk tentara yang mengangkut anak-anak kosmik dari dalam kampus mulai terlihat dari arah pondokan, hanya terpisah oleh danau unhas saja. Saya [...]

Read more