<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi - Universitas Hasanuddin &#187; Baruga</title>
	<atom:link href="http://kosmik.web.id/category/part/baruga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kosmik.web.id</link>
	<description>weblog milik Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi - Universitas Hasanuddin</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 15:33:03 +0000</lastBuildDate>
	
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pelatihan dan Lomba Jurnalistik Televisi</title>
		<link>http://kosmik.web.id/agenda/pelatihan-dan-lomba-jurnalistik-televisi/</link>
		<comments>http://kosmik.web.id/agenda/pelatihan-dan-lomba-jurnalistik-televisi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 05:03:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukasukaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Baruga]]></category>
		<category><![CDATA[Broadcasting]]></category>
		<category><![CDATA[aktifitas]]></category>
		<category><![CDATA[kosmik]]></category>
		<category><![CDATA[ultah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosmik.web.id/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Menyambut hari ulang tahun KOSMIK yang telah mencapai usia 21 tahun, kini biro Baruga dan Broadcasting yang bernaung dibawahnya akan menggelar pelatihan dan Lomba Karya Jurnalsitik Televisi. Kegiatan ini merupakan kerjasama KOSMIK dengan jurusan Ilmu Komunikasi Unhas.
Deskripsi Kegiatan
Acara akan berlangsung empat hari pada tanggal 8-11 Juli 2010. Dengan rincian sebagai berikut :

tanggal 8-9  : Pelatihan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambut hari ulang tahun <strong><a href="http://kosmik.web.id" target="_blank">KOSMIK</a></strong> yang telah mencapai usia 21 tahun, kini biro Baruga dan Broadcasting yang bernaung dibawahnya akan menggelar pelatihan dan Lomba Karya Jurnalsitik Televisi. Kegiatan ini merupakan kerjasama <strong><a href="../" target="_blank">KOSMIK</a></strong> dengan jurusan Ilmu Komunikasi Unhas.</p>
<p><strong>Deskripsi Kegiatan</strong><br />
Acara akan berlangsung empat hari pada tanggal 8-11 Juli 2010. Dengan rincian sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>tanggal 8-9  : Pelatihan dasar mengenai jurnalistik dan jurnalistik televisi</li>
<li>tanggal  10-11 :  Praktek Peliputan, dimulai dari pukul 07.00 – 17.00 WITA</li>
</ul>
<p>Proses editing dilakukan pada praktek peliputan sehingga karya yang dikumpulkan pada akhir pelatihan adalah karya yang telah siap tayang.<strong></strong></p>
<p><strong>Syarat Peserta :</strong></p>
<ol>
<li>Satu Peserta merupakan tim yang terdiri dari tiga orang.</li>
<li>Peserta adalah mahasiswa atau pelajar berusia 15 tahun atau lebih.</li>
<li>Membayar kontribusi sebesar Rp. 150.000/tim dan wajib mengikuti seluruh rangkaian acara.</li>
<li>Pendaftaran selambat lambatnya pada tanggal 7 juli 2010 di sekertariat <strong><a href="../" target="_blank">KOSMIK</a></strong>, jl. perintis kemerdekaan, Gedung FIS IV lt II, unhas</li>
</ol>
<p>Tim dengan Peliputan tebaik dan reporter terbaik akan memperoleh hadiah berupa uang tunai dan piagam penghargaan</p>
<p>info lebih lanjut hubungi :</p>
<p>Jejen : 081342993930</p>
<p>Tria : 081242280620</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosmik.web.id/agenda/pelatihan-dan-lomba-jurnalistik-televisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>tak gendong bermilyar milyar</title>
		<link>http://kosmik.web.id/kisah/tak-gendong-bermilyar-milyar/</link>
		<comments>http://kosmik.web.id/kisah/tak-gendong-bermilyar-milyar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 04:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baruga]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[mbah surip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosmik.kampusmerah.web.id/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Tak gendong kemana-mana…
Tak gendong kemana-mana…
Enak donk, mantep donk…
Daripada kamu naik pesawat kedinginan…
Mendingan tak gendong to…
Enak to, mantep to…
Ayo… Kemana…


Well… ketika mendapat inspirasi untuk menulis lirik lagu ‘Tak Gendong’, Urip Aryanto yang lebih akrab dipanggil Mbah Surip ini mungkin tak menyangka lagunya bisa digilai jutaan orang. Mbah Surip bahkan tidak pernah bermimpi lagu yang sering ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak gendong kemana-mana…<br />
Tak gendong kemana-mana…<br />
Enak donk, mantep donk…<br />
Daripada kamu naik pesawat kedinginan…<br />
Mendingan tak gendong to…<br />
Enak to, mantep to…<br />
Ayo… Kemana…</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="mbah surip" src="http://i26.tinypic.com/9a5npv.jpg" alt="" width="109" height="109" />Well… ketika mendapat inspirasi untuk menulis lirik lagu <a href="http://tinyurl.com/download-TakGendong" target="_blank"><strong>‘Tak Gendong’</strong></a>, <em>Urip Aryanto</em> yang lebih akrab dipanggil <strong>Mbah Surip</strong> ini mungkin tak menyangka lagunya bisa digilai jutaan orang. Mbah Surip bahkan tidak pernah bermimpi lagu yang sering ia nyanyikan secara serampangan itu bisa memberinya rezeki hingga milyaran rupiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah kisah lagu milik Mbah Surip yang lahir di Mojokerto, 6 Mei 1949 ini. Karena seringnya diputar di radio-radio, Lagu Mbah Surip <a href="http://tinyurl.com/download-TakGendong" target="_blank"><em>Tak Gendong</em></a> merambat naik jadi lagu yang paling aktif diunduh untuk Ring Back Tone (RBT). Konon jumlah pelanggannya mencapai delapan juta orang. Pendapatan dari RBT dibagi dua, 60% untuk Mbah Surip, sisanya buat provider,kata Mbah Surip yang kerap Tampil nyentrik khas model rambut gimbalnya ini santai.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau benar ada delapan juta pengguna RBT lagu <a href="http://tinyurl.com/download-TakGendong" target="_blank">Tak Gendong</a>, berarti dengan biaya berlangganan Rp. 7.000 per <a href="http://i26.tinypic.com/9a5npv.jpg"></a>bulan akan terkumpul uang 56 Milyar rupiah. Kalau porsi Mbah Surip 60% maka jatah Simbah lebih dari 33 Milyar per bulan. LUAR BIASA, SPEKTAKULER, FANTASTIS, BOMBASTIS, CIAMIK!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Rejeki Mbah Surip bukan hanya dari situ saja. Lantaran lagunya ngetop, Simbah kebanjiran job manggung di televisi-televisi besar. Simbah pun sering diundang ngamen hingga keluar kota.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat tidak ada job ngamen, Mbah Surip yang mengaku tak punya rumah tetap di Jakarta ini masih nongkrong di tempat kumpul seniman di Ancol, Bulungan atau TIM seperti dulu. Moto hidupnya pun tetap sama <strong><em>“I LOVE YOU FULL!”</em></strong> Artinya, <em>“Saya mencintai semua-muanya, sepenuhnya”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Oke! Selamat Berkarya Mbah Surip, Hhaaa…Hhaaa…Hhaaa..!!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosmik.web.id/kisah/tak-gendong-bermilyar-milyar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BI Tarik Uang Kertas Rp 1.000</title>
		<link>http://kosmik.web.id/kisah/bi-tarik-uang-kertas-rp-1000/</link>
		<comments>http://kosmik.web.id/kisah/bi-tarik-uang-kertas-rp-1000/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 04:01:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baruga]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[uang pecahan 2000 rupiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosmik.kampusmerah.web.id/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[


JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia kembali menarik uang kertas. Gubernur Bank Indonesia Boediono, Rabu (29/4), menerbitkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/16/PBI/2009 tentang Perubahan PBI No 2/25/PBI/2000 mengenai Pengeluaran dan Pengedaran Uang Pecahan Rp 1.000 Tahun Emisi 2000.
Uang tersebut digantikan pecahan Rp 1.000 yang terbit 29 April 2009. Bentuk dan desain kedua pecahan Rp 1.000 itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<dl class="wp-caption alignleft" style="width: 308px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img title="uang 1000 rupiah" src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/01/1445558p.jpg" alt="uang 1000" width="298" height="225" /></dt>
</dl>
<p><strong>JAKARTA, KOMPAS.com </strong>— Bank Indonesia kembali menarik uang kertas. Gubernur Bank Indonesia Boediono, Rabu (29/4), menerbitkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/16/PBI/2009 tentang Perubahan PBI No 2/25/PBI/2000 mengenai Pengeluaran dan Pengedaran Uang Pecahan Rp 1.000 Tahun Emisi 2000.</p>
<p>Uang tersebut digantikan pecahan Rp 1.000 yang terbit 29 April 2009. Bentuk dan desain kedua pecahan Rp 1.000 itu sama. Yang berbeda hanyalah tanda tangan yang tertera. <span id="more-360"></span></p>
<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft" style="width: 308px;">
<dt class="wp-caption-dt"></dt>
<dd class="wp-caption-dd">uang 1000</dd>
</dl>
</div>
<p>Di pecahan sebelumnya, tanda tangan yang tertera milik Deputi Gubernur Senior BI dan Deputi Gubernur BI. Sementara itu, di pecahan Rp 1.000 terbaru, Gubernur BI dan Deputi Gubernur BI yang menandatangani.</p>
<p>Perubahan lain adalah keterangan tahun pencetakan uang. Di pecahan tahun 2000, keterangan terletak di bagian muka uang kertas setelah tulisan Perum Percetakan Uang RI. Di pecahan emisi tahun ini, keterangan itu berada di atas tulisan Dewan Gubernur.</p>
<p>Namun, BI menegaskan, uang kertas pecahan Rp 1.000 tahun 2000 masih tetap berlaku. BI akan melakukan penarikan secara bertahap, tanpa menyebut waktu akhir berlakunya uang emisi 2000.</p>
<p>Akhir tahun lalu BI menarik uang kertas yang diteken oleh Gubernur BI yang lama, yaitu Burhanuddin Abdullah yang kini sudah pensiun dan menjalani hukuman sebagai terpidana korupsi dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI).</p>
<p>Empat uang kertas yang mulai ditarik sejak akhir tahun lalu adalah pecahan Rp 5.000, Rp 10.000,  Rp 20.000, Rp 50.000, dan pecahan Rp 100.000</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosmik.web.id/kisah/bi-tarik-uang-kertas-rp-1000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MLM Riba ? Anggap Angin Saja</title>
		<link>http://kosmik.web.id/kisah/mlm-riba-anggap-angin-saja/</link>
		<comments>http://kosmik.web.id/kisah/mlm-riba-anggap-angin-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 09:41:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baruga]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[exist 08]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosmik.kampusmerah.web.id/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[MAKASSAR,KOSMIK — Bisnis Multi Level marketing(MLM)kini semakin marak khususnya di wilayah Makassar.Bisnis ini membuka peluang bagi siapa saja yang ingin mendapat keuntungan dengan membentuk jaringan yang seluas-luasnnya.Salah satu MLM yang menduduki posisi atas khususnya di wilayah Makassar adalah Duta Bisnis School (DBS)..Tim redaksi “EXCIST” menyempatkan diri berkunjung ke kantor DBS di Jl.A.Pettarani,Selasa (26/05) untuk sedikit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-357" title="dsc00083" src="http://kosmik.kampusmerah.web.id/wp-content/uploads/2009/06/dsc00083-225x300.jpg" alt="dsc00083" width="225" height="300" />MAKASSAR,KOSMIK — Bisnis Multi Level marketing(MLM)kini semakin marak khususnya di wilayah Makassar.Bisnis ini membuka peluang bagi siapa saja yang ingin mendapat keuntungan dengan membentuk jaringan yang seluas-luasnnya.Salah satu MLM yang menduduki posisi atas khususnya di wilayah Makassar adalah Duta Bisnis School (DBS)..Tim redaksi “EXCIST” menyempatkan diri berkunjung ke kantor DBS di Jl.A.Pettarani,Selasa (26/05) untuk sedikit mengadakan tanya jawab seputar DBS dan bibnis MLM bersama salah satu pengelolah kantor DBS, Pak Egol.(nni &amp; riz)</p>
<p><strong>Jabatan bapak disini sebagai apa?</strong><br />
Sebenarnya tidak ada jabatan yang jelas disini,yang bisa saya katakan adalah saya disini sebagai salah satu dari pengelolah kantor DBS,kami digaji dari pusat.Disamping bertugas memperkenalkan DBS disini kami tentunya mendapat keuntungan seandainya mendapat member baru.</p>
<p><strong>Oww..lalu DBS ini sendiri asalnya dari mana dan sejak kapan ada di Makassar?</strong><br />
DBS ini berawal di Bandung dan sudah berdiri sekitar setahun lebih,tapi baru sekitar delapan bulan di Makassar.<br />
<strong>Dari namanya…Duta Business School,sepertinya ini diperuntuhkan unutk pelajar?</strong><br />
Oww…DBS sebenarnya hanya nama saja…bisnis MLM dibuka untuk umum.<br />
<strong>Terus yang menjadi member DBS ini sudah berapa banyak?</strong><br />
Oww…banyak sekali bahkan top member dari DBS ini sudah ada yang mendapat jutaan rupiah per minggu.<br />
<strong>Kira-kira kenapa banyak orang yang tertarik mengikuti bisnis MLM semacam DBS ini</strong>?<br />
Untuk mengikuti bibnis MLM,sebenarnya kemungkinan ruginya itu kecil dan intinya asalkan kita mau bekerja keras merekrut sebanyak-banyaknya anggota untuk bergabung.<br />
Kita tidak menjual Produk barang..,tapi sasaran bisnis kita adalah pulsa.Selain itu kita juga menawarkan asuransi kecelakaan dan tentu saja yang paling penting adalah mendapat keuntungan dari membangun jaringan.<br />
<strong>Kira-kira bagaimana DBS ini bisa begitu berkembang dengan cepat ?</strong><br />
Ya itu tadi…kami tidak menjual produk berupa barang tapi pulsa.Kalau dilihat dari kebutuhan masyarakat, tentunya pulsa jauh lebih menjanjikan apalagi melihat kenyataan bahwa saat ini handphone bukan lagi barang mewah.<br />
<strong>Apa ada bisnis MLM lain yang menawarkan bisnis pulsa selain DBS?</strong><br />
Lumayan banyak,untuk saat ini DBS mungkin memiliki jaringan terluas,tapi pada akhirnya pilihan akan jatuh pada yang memiliki system yang lebih menguntungkan.<br />
<strong>Maksudnya?</strong><br />
Ya DBS ini memang berkembang sangat cepat namun seiring munculnya MLM serupa maka mungkin orang akan berlomba-lomba untuk bisnis lain dengan system yang lebih menguntungkan serta mengejar posisi puncak dalam segitiga jaringan.Jadi tidak menutup kemungkinan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan ada yang mampu mengungguli DBS.<br />
<strong>Oo yagh&#8230; yang terakhir…ada yang bilang bisnis semacam MLM ini riba,pendapat bapak soal ini bagaimana?</strong><br />
Wah,kalau soal riba itu urusan belakangan,lagian yang dosa itu kalo kita mengambil hak orang lain tapi dalam bisnis MLM kan semua dapat keuntungan asal mw kerja.Kalau ada yang bilang MLM riba anggap angin saja.<br />
Tapi kan walau kita tidak kerja kalau kita berada di puncak piramida kita tetap dapat untung,kan sama saja menikmati hasil keringat orang lain?<br />
Yaa..itulah tadi saya bilang yang penting bagaimana niat kita,lagian kita merekrut orang juga tidak bikin orang itu rugi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosmik.web.id/kisah/mlm-riba-anggap-angin-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Citra Menuju Visi</title>
		<link>http://kosmik.web.id/kisah/dari-citra-menuju-visi/</link>
		<comments>http://kosmik.web.id/kisah/dari-citra-menuju-visi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 19:18:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baruga]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[guys 02]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[rahmad m. arsyad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosmik.kampusmerah.web.id/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Ada hal yang menggembirakan dari proses politik dan demokrasi di Indonesia jelang pemilihan Presiden 2009. Sesuatu yang berbeda dari proses politik Orde Baru dimana patronase figur Soeharto begitu kuat, pertarungan gender antara Megawati dan Gusdur di awal reformasi atau politik dramatik yang menekankan politik pencitraaan ala SBY 2004 silam.
Terlepas sekedar retorika politik semata, setidaknya perdebatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_297" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-297" title="20090314124657" src="http://kosmik.kampusmerah.web.id/wp-content/uploads/2009/05/20090314124657-300x223.jpg" alt="grabbed from : DETIKNEWS.COM" width="300" height="223" /><p class="wp-caption-text">grabbed from : DETIKNEWS.COM</p></div>
<p>Ada hal yang menggembirakan dari proses politik dan demokrasi di Indonesia jelang pemilihan Presiden 2009. Sesuatu yang berbeda dari proses politik Orde Baru dimana patronase figur Soeharto begitu kuat, pertarungan gender antara Megawati dan Gusdur di awal reformasi atau politik dramatik yang menekankan politik pencitraaan ala SBY 2004 silam.</p>
<p>Terlepas sekedar retorika politik semata, setidaknya perdebatan beberapa pekan terakhir di berbagai media pasca Susilo Bambang Yudhoyono mengandeng Boediono yang diangap titipan agenda neoliberalisme oleh sebagian pihak, mengarah pada perdebatan seputar visi politik lebih dari pada retorika citra personal pasangan Capres.<br />
Pertarungan yang terjadi seputar ide kebijakan ekonomi, keberpihakan bangsa dalam percaturan dunia, serta semangat kemandirian dan kedaulatan ekonomi. Tentu saja ini menjadi sesuatu yang mendidik, sekaligus mencerahkan di tengah pangung politik yang biasanya hanya diisi pepesan kosong citra politik yang kebenarannya bisa dipertangungjawabkan secara akademik maupun faktual.</p>
<p>Walau tak bisa berharap banyak dengan kondisi yang terjadi di balik pertarungan visi yang dihadirkan oleh para kontestan Pilpres, tapi menjadi sesuatu yang menggembirkan ketika visi antarkontestan kemudian diperdebatkan menggeser model politik pencitraan yang penuh kamuflase simbolik.</p>
<p><strong>Neolib vs Ekonomi Kerakyatan</strong></p>
<p>Ada dua wacana yang mengemuka di arena politik pasca penetapan Boediono sebagai Cawapres Susilo Bambang Yudhoyono. Sejumlah kalangan mengugat Boediono sebagai pengusung ekonomi Neolibralisme sedangkan dua pasang kandidat lainya mengklaim dirinya sebagai pengusung ekonomi kerakyatan.</p>
<p>Dalam penjelasan sejumlah literartur, neolibralisme sebenarnya mengandung berbagai macam pendifinisian. Namun, dalam pengertian umum neolibralisme mengacu pada istilah ekonomi yang menekankan pada kekuatan pasar serta kebebasan penuh sektor ekonomi dari intervensi pemerintah. Pandangan ideologi neolib didasarkan pada kepercayaan ekonomi yang kuat untuk mempromosikan kebaikan umum yang diikuti oleh konsep pasar bebas dan kompetisi terbuka. Tokoh peletak dasar pemikirannya seperti Frederick Hayek yang menganjurkan pembatasan intervensi negara agar individu bebas berusaha mencapai kesejahteraan. Dengan keyakinan ini, para penganjur Neolib begitu percaya pada pandangan Adam Smith dan spirit kapitalisme tentang kebaikan pasar.</p>
<p>Sedangkan pada sisi yang berbeda, dua kontestan lainya begitu getol mengemukakan pandanganya tentang ekonomi kerakyatan. Sama seperti neoliberalisme yang multitafsir, pandangan ekonomi kerakyatan juga mengandung beragam pendifinisian. Salah satu pandangan yang mungkin mewakili ekonomi kerakyatan adalah yang dikemukakan Prof. Dr. Mubyarto dosen dari Fakultas Ekonomi UGM yang mendefinisikan ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang terjabarkan dalam sila ke-4 Pancasila yaitu ; kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang artinya tidak lain adalah demokrasi ala Indonesia. Jadi ekonomi kerakyatan adalah (sistem) ekonomi yang demokratis. Pengertian demokrasi ekonomi atau (sistem) ekonomi yang demokratis termuat lengkap dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi: Produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang-seorang. Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi. Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi, kemakmuran bagi semua orang! Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Kalau tidak, tampuk produksi jatuh ke tangan orang-orang yang berkuasa dan rakyat yang banyak ditindasinya. Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh ada di tangan orang-seorang. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.( jurnal ekoniomi rakyat ; 2009)</p>
<p>Berangkat dari dua medan wacana yang diusung oleh visi masing-masing Capres dapat ditarik dua pandangan besar sebagai latar belakang dan sudut pandang keberpihakan ideologi. Yakni pertarungan antara konsep ekonomi yang berlatar belakang asing melawan medan wacana yang diusung dari konsep ekonomi nasional.</p>
<p><strong>Dari Citra Menuju Visi</strong></p>
<p>Mekanisme pemilihan Presiden secara langsung telah menempatkan logika pencitraan menjadi panglima utama dalam mensukseskan seorang kandidat presiden. Bahkan terkadang penampakan citra menjadi lebih penting dibandingkan visi seorang calon Presiden. Kesuksesan SBY pada pemilihan Umum 2004 yang lalu merupakan bukti ampuhnya citra personal dibandingkan mesin partai politik. Demikian pula kemenangan sejumlah calon anggota legislatif pada pemilihan legislatif yang baru saja usai. Popularitas yang dibingkai dengan citra personal yang telah mengalami komodifikasi-komodifikasi simbolik teryata ampuh menghegemoni publik dalam menentukan pilihannya tanpa melihat apakah politisi tersebut memiliki visi politik, kemampuan manegerial, pengetahuan pemerintahan, apalagi kebepihakan yang jelas pada rakyat.</p>
<p>Dampak dari politik citra juga menyebabkan inkonsistensi publik dalam menentukan calon Presiden. Pilihan mereka sangat dipengaruhi publikasi citra tokoh oleh tim sukses Capres. Meskipun rakyat tidak merasakan hasil kepemimpinan mantan Presiden, publik tetap bisa memilihnya memimpin kembali.”Politik dijadikan sebagai pasar”. Karena itu, kepopuleran dan citra baik seorang calon pemimpin sangat tergantung dari proses ’pemasaran’-nya kepada publik. Pengemasan citra politik Capres dapat membuat publik abai dengan berbagai kegagalan maupun prestasi yang pernah diraih oleh kandidat yang ada. Kondisi ini menyebabkan rakyat menjadi tidak kritis dan cenderung pasif dalam melihat setiap realitas politik yang pernah terjadi.</p>
<p>Dengan kehadiran Boediono sebagai paket SBY dalam bursa calon wakil Presiden telah mengeser perdebatan seputar orentasi citra politik semata menuju visi politik. Hal ini tentu saja menjadi sebuah angin segar ditengah reproduksi simbolik yang cenderung bersifat personal selama ini. Kesadaran akan visi politik sebenarnya lebih penting dibandingkan reproduksi citra personal kandidat Capres dan Cawapres yang bisa saja menipu.</p>
<p><strong>Evaluasi Visi</strong></p>
<p>Agar perdebatan visi yang kini terjadi dalam pangung politik negeri ini tidak sekedar menjadi Neo Pepesan Kosong, perlu dilakukan evaluasi atas visi politik yang mereka dengungkan. Evalusi atas visi ekonomi-politik cenderung lebih mudah terukur dari pada sekedar penampakan citra politik yang penuh kamuflase. Untuk itu kelompok penekan yang berada di luar partisan politik mesti berani mendokumentasikan dalam wujud kontrak politik bagi setiap paket politik yang ada.</p>
<p>Dua pasang kandidat yang mengusung ekonomi kerakyatan sebagai visi ekonomi mereka mesti pula melakukan penjabaran teknis dan sterategi kebijakan ekonomi politik yang mereka usung agar tidak sekedar menjadi citra politik kosong dari kecenderungan politisi negeri ini yang senang mengunakan politik “seolah-olah”. Politisi yang seolah-olah dekat dengan rakyat, peduli kaum miskin, cerdas, memiliki nasionalisme, dan berbagai jargon politik lainya yang penuh retorika kosong lainya.</p>
<p>Semoga pertarungan visi yang kini terjadi diantara tiga paket calon presiden yang ada bukan hanya sekadar citra dan penampakan semu politik seolah-olah ekonomi kerakyatan ataupun seolah-olah mengerti Neolibralisme.</p>
<p><strong>- RAHMAD M. ARSYAD -</strong></p>
<p><a href="http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/05/dari-citra-menuju-visi.html" target="_blank">http://jiwa-pikiran.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosmik.web.id/kisah/dari-citra-menuju-visi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rekam Dunia Dengan Tulisan</title>
		<link>http://kosmik.web.id/agenda/rekam-dunia-dengan-tulisan/</link>
		<comments>http://kosmik.web.id/agenda/rekam-dunia-dengan-tulisan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 16:47:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Baruga]]></category>
		<category><![CDATA[aktifitas]]></category>
		<category><![CDATA[exist 08]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosmik.kampusmerah.web.id/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Pelatihan Biro Penerbitan BARUGA-KOSMIK UNHAS, merupakan sebuah pelatihan yang sangat berharga bagi saya pribadi, dan teman-teman yang memiliki jiwa jurnalistik.

Timeliness 2009 kali ini, bertemakan &#8220;Rekam Dunia Dengan Tulisan&#8221;. Pelatihan ini diawali dengan pra Timeliness yang dilaksanakan di Aula Syukur Abdullah, dan kemudian dilanjutkan di Yayasan Matepe, Mandai, Makassar, pada tanggal 08 s.d. 10 Mei 2009.
Waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pelatihan Biro Penerbitan BARUGA-KOSMIK UNHAS, merupakan sebuah pelatihan yang sangat berharga bagi saya pribadi, dan teman-teman yang memiliki jiwa jurnalistik.</p>
<p><strong></p>
<div id="attachment_80" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><strong><img class="size-medium wp-image-80" title="4223_1080843813775_1006699018_30188976_5273945_n" src="http://kosmik.kampusmerah.web.id/wp-content/uploads/2009/05/4223_1080843813775_1006699018_30188976_5273945_n-300x170.jpg" alt="foto : dodi - KIFO # grafis : idham" width="300" height="170" /></strong><p class="wp-caption-text">foto : dodi - KIFO # grafis : idham</p></div>
<p>Timeliness 2009</strong> kali ini, bertemakan &#8220;Rekam Dunia Dengan Tulisan&#8221;. Pelatihan ini diawali dengan <strong>pra Timeliness</strong> yang dilaksanakan di Aula Syukur Abdullah, dan kemudian dilanjutkan di Yayasan Matepe, Mandai, Makassar, pada tanggal 08 s.d. 10 Mei 2009.</p>
<p>Waktu 3 hari seakan begitu singkat bagi saya. Begitu banyak hal-hal yang masih ingin saya dapatkan melalui pelatihan ini&#8230;.</p>
<p>Obrolan peserta bersama K&#8217;Riza, K&#8217;Jun, dan K&#8217;Ancu merupakan salah satu bagian dari <strong>Timeliness 2009</strong> ini yang tidak akan saya lupakan.</p>
<p>Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus, panitia, teman2, terkhusus kepada tim &#8220;KOMUNIKAN&#8221; (Kolom Untuk Anak Negeri) yang berhasil menjadi buletin terpilih pada <strong>Timeliness 2009</strong>, atas kerja kerasnya dalam menyelesaikan buletin KOMUNIKAN.</p>
<p>Sekian&#8230;<br />
Sampai Ketemu di Time Liness 2010</p>
<p>- <strong>Idham AMA Muhammad</strong> -</p>
<p>(<em>copy dari facebook</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosmik.web.id/agenda/rekam-dunia-dengan-tulisan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
