Indonesia di 65 Tahun

Aug 17, 2010 No Comments by

Ilustrasi : fotona warga KOSMIK + diedit sama gradientman

Apa yang pernah kita perbuat untuk-nya selama hidup di dalam-nya?
Sebelum merdeka, kita tak ikut berperang membela dari penjajahnya yang dulu
Banyak dari para pembelanya pun telah berpulang dan meninggalkannya untuk seterusnya dikembangkan oleh kita
Lalu, apa yang pernah kita lakukan untuk perkembangan itu?

Tak perlu memakai kata KITA, cukup AKU saja
Jujur, sampai saat ini saya tak pernah ikut aksi untuk membela mereka yang kini terjajah
Bukan tak peduli, hanya saja para penjajah itu tak cukup peka untuk mendengar dan melihat aksi itu, apalagi untuk bereaksi?Menyerah sebelum berperang? Mungkin cocok untuk menjadi kalimat pengiring sikap saya selama ini.

Ada yang bilang, “Masa depan negeri ini ada di tangan anak bangsa!”
Atau… “Para pemuda harapan bangsa!”
Kalau tak salah seperti itu
Tapi, kata itu tak cukup menggugah semangat saya untuk menjadi harapan yang baik bagi-nya
Agak bingung juga, harapan seperti apa yang bisa ditanggungkan pada saya?
Bangun tidur saja di atas jam 9 pagi, lalu menunggu Subuh tiba untuk tidur lagi
Dan di sepanjang waktu menunggu itu dijalani dengan sangat tak bersemangat
Bagaimana bisa memikirkan masa depan negara ini?

Berharap bukan saya ‘anak bangsa’ atau ‘pemudi harapan bangsa’ yang dimaksud. Amin…
Dan, semoga saya tak cukup bodoh untuk hanya menjadi ‘beban pemberat’ apalagi penjajah negara ini, amin…

Dirgahayu Indonesia-ku
Semoga hari ini tak hanya menjadi pengingat hari jadi, dimana detik-detik Proklamasi-mu dikumandangkan
Amin selalu untuk yang terbaik untuk-mu.
Dan semoga anak bangsa dan para pemuda-pemudi yang kau harapkan akan cepat terlahir untuk mengurangi beban dan mengusir para penjajah-mu, meski bukan aku. Amin, amin, amin…

seperti yang tertulis pada notes Riska Hidayanti disini

Kisah

About the author

The author didnt add any Information to his profile yet
No Responses to “Indonesia di 65 Tahun”

Leave a Reply