KAMI..ANAK-ANAK LANGIT
Hari inilah selayaknya Rumah. bukan rumah sebuah tempat- bukan rumah sebuah panggung- bukan rumah sebuah batu- rumah bukan sebuah konotasi dari kehangatan kasih sayang, tapi rumah adalah waktu, rumah adalah saat, rumah adalah rentang, rumah ialah singkat atau lamanya sesuatu, rumah intisari dalam setiap jenjang detik ke detik, hari ke hari, umur melalui umur, hidup melalui hidup, bahkan hidup melalui umur.
Sejengkal dari hidup anda untuk meluangkan waktu agar dapat melirik kisah unik saat kami mahasiswa dahulu… Buku, Pesta dan Cinta (Gie)….
cerita sederhana dalam kehidupan sehari-hari kami… anak KOSMIK UNHAS MAKASSAR….

setiap hari angin laut kerap meniup kedarat. menyanjung-nyanjung penduduk kota makassar ini. aku dan beberapa teman tak jarang menyahut panggilan itu… bersuka cita kami pergi kesana hanya untuk melepas penat akibat jadwal kuliah yang padat waktu kami masih mahasiswa baru dahulu…

aktifitas kami boleh dibilang sangat padat… kami melakukan banyak hal dalam satu waktu, bermain, belajar, ber”kasih”, dll. tak jarang belajarpun kami anggap sebagai sebuah permainan yang menyenangkan…karena memang itulah yang kami lakukan,

kami anak komunikasi unhas atau yang kerap disebut-sebut sebagai anak KOSMIK (korps mahasiswa ilmu komunikasi) memiliki atribut serba biru merah…biru melambangkan kedalaman lautan dan merah melambangkan keberanian(kuranglebih begitulah sederhananya)…. kurang lebih kerjaan kami 50% kuliah 30% bercanda 10% cinta dan sepuluhnya lagi persiapan kalau-kalau mahasiswa baru datang….. dan atraksilah para senior-senior dengan cara membadut di depan adik-adik maba…hampir setiap tahun itu kami lakukan…sadar atau tidak sadar…. tapi itulah yang menarik bagi kami, untuk kami eksistensi dari manusia-manusia yang terjepit ditengah antara miskin dan kaya adalah saat ia menjadi bahagia…. karena kebahagiaan sesungguhnya ada saat kita bisa berdamai dengan kenyataan….

beraneka ragam memang corak kehidupan kami..inilah yang membuat kami unik..serta radikal dalam menentukan prinsip hidupkami sebagai pelajar yang memang tugasnya belajar. kalau bicara kreatif, kamipun merasa kreatif… banyak acara-acara yang kami gelar sendiri dari nol sampai acara yang memang produk kapitalisme media oh tentunya selalu ada hikmah yang bisa diambil oleh kami… para anak-anak langit. sejujurnya kami haus akan romantisme itu…terutama diriku saat penjara kapital ini mulai menggerogoti dan memaksa sedikit demi sedikit untuk realistis menantang dunia yang akan kami hadapi kemudian…..

disela-sela itu semua musim liburan datang…saya dan teman-taman mentaktisi dana kemahasiswaan untuk melakukan ekspedisi kedaerah-daerah yang sangat sukar dijamah oleh orang lain… gunung, lembah, laut, pulau terpencil kami arungi dengan pasti dan dengan canda tawa renyah kami diantara debur-debur ombak atau didinginnya malam rimbunnya pegunungan dan digelapnya gua.


bukan masalah bagikami tidak punya uang, seperti yang dirisaukan hampis seluruh mahasiswa di Indonesia ini…kami bukan anak-anak manja..kami adalah batu hitam didasar sungai yang tak akan bergeser sedikitpun walau kerasnya arus (budi zulkifli dalam filmnya Catatan harian Budi – kata adi). bahu-membahu kami berjuang untuk satu kata. ILMU.
jurus kami sederhana saja, kalau tidak ada uang, ya kami memancing didanau Unhas atau menjala, mencari lauk dengan menyekat kangkung dibawah kaki-kaki rumah pondokan yang kami tinggali dengan 500rb pertahun… sungguh hidup yang menyenangkan bukan? sebuah komunal yang dramatis tapi bahagia… kami anak-anak langit pantang menangisi lapar. karena lapar adalah sahabat yang akan mengajarkan kami bagaimana menjalankan hidup dalam sebuah adaptasi yang kreatif.
kami berjuang mencari sinar-sinar harapan dimasa mendatang. bekerja bagi kami sudah biasa. karena sesungguhnya eksistensi manusia adalah saat ia bergerak dan menghasilkan untuk sesuatu di jagatraya ini. film mengejar matahari bukan lah tandingan dari romantisme yangkami alami….. dibawah naungan mentari kami berjanji satu samalain, menjaga ikatan ini, mendekap angan bersama-sama dalam sebuah mimpi dari cahaya yang kami tulis di dinding-dinding harapan kamar kost-kostan kami.

kadang ada pertengkaran diantara kami, kadang pula ada cinta yang menggelora, kadang ada duka tak tertahankan, kadang ada cerita luarbiasa tak diharapkan, kadang kami menggurui satu sama lain, kadang kami berbeda pendapat, kadang canda kami keterlaluan……. tapi hanya satu yang pasti, kita tetap bergandengan tangan kawan…..

sudah lah jangan menangis………………………………………
salam ridu pada kalian semua dari ku salahsatu sahabat kalian yang paling menjengkelkan…
Bekasi, 23.04.08
saat rindu dipersimpangan.
saat itulah hidup mesti berlanjut.
saat dimana kita akan bertemu pada suatu tempat
dimana semua kata-kata itu menguap.
sebuah tempat jauh dilubuk hati kita…. PERSAHABATAN
Bagi teman-teman warga KOSMIK yang ingin karyanya di tampilkan di website ini, hubungi tim website atau koordinator CCC (Communication Cyber Club)
If you like what we do, please don't hestitate and subscribe to our