Separuh Nafas Penerbitan Kampus UNHAS

Jul 25, 2007 No Comments by admin

1109654_23086232

Sesuai dengan keberadaannya di lingkungan kampus, Pers mahasiswa punya spesifikasi tersendiri yang menjadi salah satu faktor pembedaan dengan Pers pada umumnya. Faktor pembeda lain yang dapat dilihat adalah siapa orang yang berada di belakangnya, atau dengan kata lain siapa yang menjadi roda gigi hingga penerbitan yang berada di lingkungan kampus tersebut masih sanggup bertahan, walaupun boleh di bilang dengan setengah nafas. Mengapa dikatakan setengah nafas ? mungkin jawaban yang mampu mewakili adalah dengan niat dan tekad yang kadang timbul tenggelam serta kemampuan ekonomi yang sering menjadi kendala utama penerbitan komunitas kampus untuk terus hadir dalam bentuk fisik ( dalam hal ini berupa cetakan).

Keadaan ini hampir dirasakan oleh semua penerbitan komunitas dalam lingkungan kampus. Sebut saja Penerbitan Channel 9, setelah mendengar nama ini pasti setiap orang langsung teringat akan Fakultas Teknik. Channel 9 melambangkan sebuah makna yang tentunya sangat identik dengan tempat dimana lembaga ini berada, kata Channel sendiri berarti saluran yang melambangkan wadah atau tempat penampungan aspirasi, sedangkan 9 merupakan petunjuk bahwa Teknik adalah fakultas kesembilan yang ada di Universitas Hasanuddin. Selain itu, angka 9 dapat juga diartikan sebagai angka tertinggi sebelum sepuluh yang hampir mendekati kesempurnaan.

Pada dasarnya, penerbitan komunitas hadir di lingkungan kampus untuk memuaskan dahaga pihak yang menjadi komunitasnya untuk mengetahui kejadian apa lagi yang patut atau layak untuk di ketahui, dan penerbitan komunitas kampus lah yang berfungsi sebagai mediatornya. Hal inilah yang dilakukan oleh segenap redaksi yang bertugas di balik redaksi Channel 9, redaksi bertugas menyampaikan hal apa saja yang akan ataupun telah dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Teknik. Tujuannya agar supaya segenap mahasiswa Teknik yang tak lain adalah komunitas pembaca Channel 9 juga mengetahuinya, ungkap Adam selaku Pimpinan Perusahaan Channel 9.

Tetapi apa yang terjadi? Channel 9 terkadang hadir hanya pada saat momen tertentu saja dan penghambatnya adalah masalah keuangan yang berasal dari swadaya tim redaksi. Keinginan untuk merealisasikan suatu ide dalam bentuk cetakan terpaksa harus mengalami penundaan disesuaikan dengan waktu kapan kantong terisi kembali.

Hal senada juga diungkapkan oleh Adi, seorang Pimpinan Perusahaan Tabloid Akademika di Jurusan Ilmu Komunikasi ,Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI). Kehadiran tabloid yang ditujukan bagi komunitas mahasiswa UVRI ini sering mengalami pasang surut karena masalah klasik yaitu pendanaan. “…tujuan penerbitan komunitas kampus itu umumnya hendak menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan pembacanya, dan saya yakin faktor utama terbitnya sebuah majalah ataupun tabloid di lingkungan kampus sering mengalami keterlambatan pasti terkendala dana” tambah Adi.

Khusus untuk tabloid Akademika, redaksi berusaha mencari jalan keluar agar supaya pendanaan dapat segera diatasi. Akhirnya jalan keluar yang diperoleh adalah menerima iklan dari pihak luar dan ternyata solusi tersebut cukup berhasil mengatasi masalah dana tersebut.

Itulah segelintir kisah perjalanan Penerbitan Komunitas kampus yang hingga saat ini sering separuh nafas dalam mempertahankan eksistensinya di lingkungan kampus. Akan tetapi, apapun itu Penerbitan Komunitas Kampus harus selalu merasa yakin bahwa ideologi dan semangat juang tidak boleh hilang karena ada tugas mulia yang diemban yaitu keinginan untuk selalu hadir melepas dahaga komunitasnya dan pastinya selalu menyuarakan kebenaran .

VIVA JURNALISTIK (singiku&team)

- dari Majalah BARUGA edisi 16 -

Baruga

About the author

The author didnt add any Information to his profile yet
No Responses to “Separuh Nafas Penerbitan Kampus UNHAS”

Leave a Reply